Untuk ketiga kalinya saya nonton The Trees and The Wild di Semarang dan untuk pertama kalinya saya nonton live-nya MOCCA. Sejak smp saya sudah mendengarkan MOCCA dari album pertamanya “Diary” dan akhirnya kesampaian juga nonton mereka live ToT. Waktu itu saya dapat albumnya MOCCA di toko kaset di pinggiran kota, dan bentuknya memang dalam wujud kaset. Herannya kenapa band indie seperti MOCCA yang baru ngeluarin album pertama kok bisa nyampe kasetnya di desa terpencil itu.
Pertama kali nonton TTATW waktu itu di audit undip, acaranya anak sastra dan sekalian gath pertamax group last.fm I <3 SMG, TTATW datang dengan full set lengkap beserta neng tamy
. Yang kedua kalinya di acaranya prambors di deoholic, kali ini dengan akustik-set, dengan formasi asli TTATW, Iga Massardi, Remedy Walony, dan Andra B. Kurniawan, walaupun akustikan tetapi penampilan mereka tetep memukau. Si vokalis mas Remedy selalu bikin kejutan-kejutan dengan improvisasi yang tidak terduga
.
Dan untuk ketiga kalinya ini sebenarnya waktunya agak kurang tepat karena bertapatan dengan UTS dan kebetulan juga mata kuliah yang sulit, dengan soal-soal yang ajaib pula. UTS dimulai pulul 19.00 dan acaranya juga dimulai jam sgitu, karena takut gak kebagian tiket, saya nitip tiket sama si oka aka badhala juragan kaskus jadi bisa lega kalau dateng telat2an. Dari 4 soal ujian, saya cuma bisa ngerjain 1 soal @_@, sisanya mengandalkan daya imajinasi dan improvisasi
, tidak mau terjebak lama-lama dengan soal-soal ajaib itu, jam 20.00-an langsung cabut menuju Undip. Di gerbang langsung ketemu si oka untuk transaksi tiket, dari luar sudah terdengar catchy sedang memainkan lagu terakhirnya malam itu, pergilah (selamat tinggal) sebenarnya saya juga penasaran dengan band jazz asal semarang ini, seperti nama band-nya, lagu2nya juga “catchy”
. Stelah tiket sudah di tangan, saya langsung saja masup, tapi si oka-nya malah pergi “Lhoh rak melbu koe..?” “Ngko aku nonton pas MOCCA wae”. Ya udah saya masup sndirian, dan di dalam sebenernya udah janjian juga sama anak last.fm
Pas masuk audit ternyata pas giliran TTATW check sound, dan semua pnonton yang tadinya duduk-duduk langsung berdiri merapatkan barisan menuju kedepan, saya pun langsung ikutan “ndusel-ndusel” menuju sedekat mungkin dengan stage dan akhirnya berhasil mencapai bagian depan, kira-kira 10m dari stage. Sama – sama bayar tiket rugi dong klo nonton dapetnya di belakang
. Di status FB-nya TTATW, mereka bilang bakal ngasih kejutan, makanya saya langsung cari tempat se PW mungkin. Setelah check sound selesai, lampu dimatikan dan suasana ambient post-rock langsung terasa. Dengan iringan musik orkestra semacam soundtrack2 film kolosal dan asap yang dikeluarkan di panggung benar-benar membuat penasaran, kira-kira kemegahan musik seperti apa yang sesaat lagi bakal dirasakan. Dan para personil pun satu persatu berdatangan. Salam singkat dari mas Remedy, “Selamat malam Semarang!” tanpa banyak basa basi langsung lagu pertama dihajar “Our roots”, biasanya lagu instrumental ini dimainkan di tengah-tengah ketika suasana sudah panas, tapi ini langsung dimainkan di pembukaan, berarti bakal ada yang lebih seru lagi daripada “Our roots” ini. Lagu kedua kalau gak salah “irish Girl”, maaf saya tidak bgitu ingat urutan track-list-nya, yang jelas paling nampol buat saya adalah lagu “Irish Girl” ini, karena apa, hehe, sang backing vokal neng Tamy melakukan improve di sana sini, seperti di bagian
Follow me to start a war
Cause you won’t see your
Fading scores
That’s all you want
That’s all you need
For you i’ll bleed
Why can’t you see?
setelah mas Remedy bilang “That’s all you need…dst” langsung disambut neng Tamy “..You need~, ..i’ll bleed~” anjrit maknyusss… enak, bersih, renyah banget suaranya, halah~ . lagu lain yang bikin merinding adalah “Malino” tentu saja salah satu faktor yang bikin mrinding adalah backing vokal mistis-nya neng Tamy
. Di akhir beberapa lagu seperti di “Derau dan Kesalahan”, ada efek semacam echo atau apalah saya tidak begitu paham, suaranya mas Remedy yang teriak2 keulang-ulang terus, padahal dia udah gak nyanyi, sempet bingung (ndeso), lho itu prasaan udah gak nyanyi, kok suara teriak-nya masih keulang-ulang mlulu, hehe. Walaupun saya yakin penonton dsitu pada exited tp sedikit yg sing along mungkin karena terlalu amaze dengan efek2 dan arransement2 baru di setiap lagu-nya, saya pun sampe mlongo di beberapa lagu. Jelas makin banyak unsur post-rock yang ditambahkan. Dan ternyata kejutan yang dijanjikan adalah sebuah lagu baru, lupa judulnya apa, unsur folk-akustiknya sedikit, lagu ini agak sedikit berbeda dengan lagu2 TTATW sebelumnya yang kebanyakan di dominasi folk-akustik. Tidak bisa saya diskripsikan bagaimana, karena saya memang tidak banyak mengerti tentang musik, takut kalau salah hehe XD, pokoknya keren aja lah, sampe-sampe mas Iga manjat salah satu speaker dan meloncat di akhir lagu dan cewek-cewek pun pada teriak histeris:D. Pernah denger yang namanya eargasm ? ya mungkin saya merasakannya malam itu, kualitas sound-nya juga mendukung banget. Mungkin ini live terhebat yang pernah saya tonton sepanjang hidup saya karena saya memang jarang nonton live musik, sesekali nonton langsung dapet yang joss, istimewa, nampol. Malam itu kesannya TTATW maen-nya seperti terburu-buru, hampir tidak ada jeda di setiap lagu, 1 lagu langsung disambung yang lainnya dengan sedikit MC. Tapi overall semuanya keren banget, mereka menutup pertunjukan hebat itu dengan lagu “Kata”.
Selang setengah jam setelah TTATW turun dari stage adalah giliran MOCCA yang sudah saya tunggu-tunggu dan saya nantikan untuk nonton live-nya sejak 5 atau 6 tahun yang lalu. Begitu Arina keluar langsung disambut riuh penonton. Seperti TTATW sebelumnya, saya tidak begitu ingat urutan trakclist-nya XP, mungkin lain kali harus dicatat kalau niat mau masukin ke blog ya, hehe. Lagu pertama kalau tidak salah adalah “I Love You Anyway” sound-nya kampret kacau semrawut, vokalnya mbak Arina tenggelam, tapi itu gak nurunin mood-nya, dia tetep aja nyanyi swingin’ gitu sambil senyum2. Mbak Arina sempet minta maaf kalau penampilannya kurang maksimal karena dia sedang sakit, itu bisa saya tangkap dari senyum-nya yang agak maksa dan kurang natural ketika bernyanyi. Walaupun katanya lagi sakit, tetep aja suaranya enak. Hampir di setiap lagunya saya sing along dan goyang2 atau geleng2 kpala, saya bener-bener menikmati pertunjukan mereka. Cukup banyak lagu yang dibawakan malam itu, diantaranya I Love You Anyway, this conversation, me and my boyfriend, secret admirer, i remember, The best thing, lalu sing along di lagu “Do what you wanna do”, penonton jadi backing vokal di bagian “..do what you wanna do.., say what you wanna say.., as long as everybody’s happy!” BENAR-BENAR MENYENANGKAN SEKALIII!!!. Di lagu “this conversation” dari album “friends” seharusnya mbak Arina featuring Bob Tutupoly, tapi posisi Bob malam itu digantikan sang bassist yang suaranya bagus juga, berat-berat gitu khas penyanyi jazz klasik. Sebelum lagu terakhir, mereka memenuhi request dari penonton dengan membawakan “Rain will fall” dari album pertama, sebagian lagu yang dibawakan dari album pertama, jadi saya ya apal2 aja sambil sing along~. Daaan.. lagu terakhir adalah “Lucky me” dari album mereka yang terbaru yang saya belum dapatkan T_T.
Intinya malam itu saya bener-bener mengacau di Ujian Mid, dan selanjutnya bersenang-senang nonton live musik, beruntungnya saya bisa mengenal dunia musik indie Indonesia yang berwarna-warni dan dihuni musisi-musisi hebat dan super kreatif. Oh iya maaf tidak ada poto-poto karena gak bawa kamera, dan si oka juga gk bawa kamera-nya