Hampir di setiap hari-hari besar Islam di rayakan di kota kecil ini, bahkan ada sebutan “lebaran” untuk tiap-tiap hari besar itu. Dalam bahasa jawa, lebaran adalah “bodho”. Di Kaliwungu ada beberapa “bodho”. Setelah hari raya Idul Fitri, lalu 7 hari setelahnya atau tepatnya tanggal 7 syawal ada bodho/lebaran lagi yaitu lebaran syawal. Lebaran syawal ini bahkan lebih rame daripada lebaran tanggal 1 syawal.
Nah kebetulan besok adalah hari Maulid Nabi Muhammad SAW, saya akan berbagi sedikit mengenai tradisi maulid nabi disini. Suasanya mirip dengan lebaran. Layaknya lebaran jika sebulan sebelumnya kita puasa dan tarawih, maka 2 minggu sebelum maulid nabi, di musholla-musholla, Masjid, sampai perkumpulan pengajian ibu-ibu diadakan berjanji/berjanjen, entah itu habis maghrib, isya’, atau habis ashar. Namun waktu efektifnya adalah habis isya’. Di hari pertama selama 2 minggu itu, diadakan berjanji/berjanjen setelah sholat subuh, sekitar jam 5 gitu, saya sedikit kaget waktu itu, kok rame banget musholla2 dan masjid saling sahut menyahut sholawatan, lebih rame daripada takbiran Idul Fitri kayaknya.
Dan di hari H, eh salah, hari sebelum hari H, atau malam maulid ada tradisi yang hanya dilakukan disini, di Kaliwungu yang disebut dengan weh-wehan, “ya karim”, entah kenapa dinamakan “ya karim”. Jadi weh-wehan biasanya dilakukan oleh anak-anak, mereka jadi “agen-agen” mengantarkan makanan atau jajanan ke tetangga-tetangga, dan tentu saja mereka tidak pulang dengan tangan kosong. Di rumah tetangga yang disamperin itu, mereka berhak memilih jajan/makanan apa yang diinginkan, semacam barter gitu lah
. Walaupun di rumah saya sudah tidak ada anak-anak lagi tapi tetep saja harus menyiapkan hari raya ini. Ibu saya tidak mau ketinggalan, beberpa hidangan disiapkan sejak pagi, bahkan ada lontong opor lengkap dengan sambel goreng, benar-benar kyak lebaran kan? hehe. Satu hidangan wajib di hari Ketuwinan ini adalah sumpil, yang terbuat dari beras ketan, dibungkus dengan daun bambu dengan saus sambel parutan kelapa.
Sebenernya bukan cuma anak-anak sih yang melakukannya, kalau orang dewasa yang melakukannya disebut “ya karim”. Karena saya sudah tidak termasuk daftar anak-anak lagi, jadi ya saya hanya di rumah saja sambil nunggu makanan-makanan datang dengan sendirinya, ada siomay, gado-gado, sate ayam, es krim, roti, dan salah satu favorit saya klepon!! hahaha.
I Love Maulid Nabi

