Jadi hari ini adalah hari kedua saya Ujian, mata kuliahnya adalah Etika dan Profesi. Rada gak suka dan males sih sama mata kuliah ini, jadi kemarin gak belajar sama sekali, cuma baca kisi-kisi yang di share seorang teman di grup facebook. FYI facebook ini memang sangat membantu dalam distribusi bocoran-bocoran soal, kisi-kisi, dan jawaban soal ujian. Jadi kelas saya ini kan kelas sore, tentu soal-soalnya gak jauh berbeda sama kelas pagi, apalagi kalau dosennya sama, sering kali soalnya juga sama. Mekanisme sindikat penyebaran bocoran soal ujian seperti ini:
- Ada seorang teman yang kos-nya deket kampus, stand by nunggu ujian anak kelas pagi selesai, begitu selasai, dan dapet soal, langsung dikirim/diposting di grup, kadang kalau males, soal itu di foto, lalu diupload.
- Salah satu anak paling pintar langsung ngerjain soal itu, dalam waktu kurang dari 30mnit, jawaban sudah di posting
- Ada yang nulis manual jawaban itu, ada yang copy-paste di word lalu di print kecil2, ada juga yang nekat buka facebook mobile pas ujian buat ngeliat jawaban soal tadi.
Jadi soal dan jawaban Ujian sudah terdistribusi ke semua anak, hanya kurang dari 1 jam setelah orang pertama tadi mendapatkan bocoran soal, canggih gak tuh
. Sayangnya untuk mata kuliah tadi, hanya 1 jawaban yang sama, sisanya., ya mengandalkan daya imajinasi dan improvisasi, alias mengarang indah
. Tapi ada satu soal yang menarik:
3. Sebutkan beberapa alasan yang menyebabkan maraknya tingkat pelanggaran terhadap hak cipta perangkat lunak di Indonesia
Mampooooosss., ini dia, gw hajarr lu, wkwkwkwk., kira-kira begini jawaban super ngawur saya (sambil mengingat-ingat)
- Semua dimulai dari sekolah, yang harus disalahkan adalah lembaga pendidikan dan kurikulum sekolah. Kenapa di sekolah-sekolah, waktu pertama kali diajarkan komputer selalu menggunakan Windows, yang bisa saja windows yang digunakan adalah versi bajakan. kita sudah diajarkan untuk menginstall, dan membajak software secara ilegal. Komputer bukanlah windows, dan Sistem Operasi tidak hanya windows saja di dunia ini. Ada 1 sistem operasi yang gratis, berbasiskan Open Source, kita bisa menggunakannya, menyebarluarkannya, dan mengembangkannya secara gratis dan legal.
- Namun semua itu diperparah dengan ditandatanganinya perjanjian antara microsoft dengan kementrian pendidikan beberapa waktu lalu. Ketika seorang siswa telah lulus dan tidak lagi berhak atas lisensi windows dari sekolahnya, padahal dia sangat membutuhkan komputer, lalu apa yang akan dilakukannya, tentu saja membajak atau menggunakan software ilegal karena lisensi sebuah windows sangat teramat mahal bagi seorang pelajar/mahasiswa, itu hanya sebuah lisensi untuk Sistem Operasi-nya saja.
- Kurangnya pendidikan mengenai Open Source, sehingga masyarakat menganggap Open Source adalah hal yang tabu, padahal yang terjadi sebenarnya adalah windows (bajakan) itu yang tabu, windows (bajakan) itu yang haram.
Nah kira-kira begitu jawaban saya atas soal ujian tadi, dengan bahasa blog seperti itu dan dengan nada (agak) marah, hehe. Buset tapi berabe juga sih kalau nanti dapet nilai C gara-gara jawaban seenak jidat gitu