Lagi-lagi saya mendapat advice yang begitu berharga dari seorang teman, kali ini dari seorang teman/sahabat saya di kampus. Berbicara soal teman, di kampus saya memang memiliki lumayan banyak teman, tapi hanya beberapa yang deket dan “sejalan”. Ya bahkan di tingkat Universitas saya masih mengalami yang namanya bullying, tapi tidak dalam bentuk fisik seperti bullying2 di tingkat sekolah, ini lebih ke perang dingin. Oke ini mulai random, bahas apa tadi..? oh iya soal temen., jadi ada 2 tmen dekat saya, masing-masing memiliki spesialisasi keahlian sendiri-sendiri, yang satu jago desktop programming dan jaringan, yang satunya jago soal blogging dan SEO serta hal-hal yang berbau cari duit online $$. Yang suka $$ ini saya akui memang hebat orangnya, setiap hari ketemu di kampus, yang dibicarain selalu beda. Setiap kali saya diajak diskusi selalu bahan-nya berbeda, setiap hari dia selalu menemukan ide-ide cemerlang baru untuk diterapkan. Semangat dan konsistensinya sungguh luar biasa. Saya yakin suatu saat dia akan mencapai cita2nya, ribuan $$ per bulan dari internet.
Nah advice darinya kali ini memang gak jauh-jauh amat dari cari duit di internet. Akhir-akhir ini publisher di seluruh dunia dibuat frustasi dan pusing tujuh keliling oleh si mbah. Serangan pertama yang begitu mengejutkan (bagi saya) adalah di ban-nya jutaan domain co.cc di dunia ini, semua domain co.cc di hapus dari index google. Pagi itu index blog saya masih sekitar 11.000, sore harinya? ludes tanpa bekas., menangislah saya karena itu sumber penghasilan $$ utama saya yang menjanjikan paling tidak $5 per hari waktu itu. Selanjutnya adalah adanya algoritma baru google yang disebut google panda yang membabat habis blog-blog AGC, bahkan blog bersih tidak ber ABC-pun dibabat habis, semua index jadi 0. Penghasilan para publisher menurun drastis. Di tengah kegalau-an ini, teman saya itu membaca berbagai macam buku pencerahan jiwa dan mengikuti suatu seminar, yang judulnya 7 kunci kesuksesan. Saya pikir., ah paling cuma seminar motivasi omong kosong lainnya, jadi saya minta dicerita-in aja hasil seminar yang dia dapet, dan ini adalah salah-duanya:
- Pergi ke masjid bawa peci, jangan bawa golok, ya iyalah pake peci, emang mau tawuran, what the hell is that means? kalau golok itu kan senjatanya Pattimura., kalau peci kan yang dibawa Bung Karno dan Bung Hatta. Owh.., baru saya ngeh., kalau mau dapet ikan kakap, umpannya ya pake udang, kalau mau dapet tuna, umpannya ya.., emm.., Tuna makannya apa sih? ya intinya jangan ragu-ragu untuk beramal, karena Allah akan membalasnaya berpuluh-puluh kali lipat. Hasilnya? entah saya dikibulin atau tidak, tapi secara logika memang begitu (dasar anak IT, apa-apa dipikir pake logika
) jadi penghasilannya yang tadinya menurun drastis, sehari $ 0,01 – $1, sekarang sudah balik normal lagi, 4 klik $10 kantanya, tanpa optimasi sedikitpun, artinya dia tidak mengurusi blog-nya sama sekali selama masa galau itu. Percaya atau tidak, saya belum melihat account-nya secara langsung, tapi saya yakin itu benar dan dia tidak berbohong. (Dia benar-benar mengeluarkan Sukarno-Hatta untuk masjid). - Doa restu Ibu. Doa yang paling mujarab katanya adalah doa ibu, apapun akan berjalan lancar jika Ibu merestui dan mendoakan. Namun apakah harapan dan doa ibu selama ini sejalan dengan keinginan kita? Katakanlah saya ingin jadi programmer handal dan blogger sukses dengan penghasilan ribuan $ sebulan, tetapi yang menjadi doa dan harapan Ibu saya adalah agar saya jadi orang kantoran, mendapat tempat dan posisi aman-nyaman di pantat. Tentu saja dua hal itu gak akan bisa jadi karena bertentangan apa yang jadi keiingan saya dan Ibu saya (misalnya ini lho ya). Jadi oleh teman saya itu., saya disarankan untuk bicara 4 mata dengan Ibu saya, curhat lah., pertama kita minta maaf atas segala kesalahan yang pernah kita perbuat, lalu: “Buk., saya ingin seperti ini., saya ingin menjadi ini suatu saat kelak, ini adalah cita-cita saya, mohon agar Ibu merestui apa yang saya yakini ini.” Dengan begitu Ibu akan mendoakan dan merestui apa yang juga menjadi doa, harapan, dan cita-cita kita. “Wah., lha kui angel cuk., aku rak iso ngomong heart to heart ngono karo Ibu-ku..” “Podho cuk., aku yo berat awale., tak akuni rak biasa ngomong kyok ngono., tapi njajalo lakoni dewe., aku wes njajal iki lho., hasile rak ndobol..”. Hmm..okelah., mungkin momen lebaran adalah saat yang tepat. “Halah., kesuwen cuk., ndadak ngenteni bodho..”. Sebenernya ada alasan lain yang membuat saya menunda hal itu. Seperti yang saya katakan di postingan ulang tahun saya yang kemarin itu, masih banyak kecemasan dan keraguan dalam diri saya., mau jadi apakah saya di masa depan nanti, seolah-olah saya kembali menjadi anak SD yang bingung ditanyai guru-nya “Apa cita-citamu?” tapi rasanya sudah terlambat untuk memutuskan bercita-cita jadi pilot di usia 23 tahun, lol.
Terus lanjutannya apa? kok cuma 2 tok? katanya ada 7? sisanya gak akan dia ceritakan sebelum saya menjalani dua langkah di atas. Jadi apa cita-citaku? galau mode: on
(………)
