Its already the second day of 2011, another year to waste. 2010 berlalu begitu saja dalam hidup saya dan setelah saya coba untuk flashback apa saja yang telah saya kerjakan atau hasilkan selama tahun itu akhirya saya menemukan bahwa saya belum menghasilkan apa-apa (suck). Seperti tahun-tahun yang lain, tahun inipun saya tidak merayakannya keluar dengan berpesta outdoor seperti meniup terompet dan berpartisipasi membuat kemacetan di jalan raya. Malam tahun baru ini saya memerankan cukup baik peran saya sebagai pecundang dengan nongkrong di depan komputer di dalam kamar sementara orang lain berpesta dengan gilanya di luar dan beberapa anak gadis mungkin kehilangan keperawannya malam itu. Yah buat apa merayakan kematian yang semakin dekat, apakah kalian tidak sadar setiap harinya kita semakin dekat dengan kematian, semakin dekat dengan hari akhir. Seperti kata teman saya “ini memang hari akhir 2010, tapi bisa saja setiap hari adalah hari terakhir dalam hidupmu” (padahal pengelakan, pembelaan diri seorang yang menghabiskan malam tahun barunya di rumah saja).
Baiklah untuk resolusi tahun ini, eits tunggu dulu sebenernya arti resolusi itu apa sih, bertahun-tahun saya bertanya-tanya arti kata itu, tiap tahun baru selalu orang-orang berkata “resolusi gw tahun ini adalah blablabla”. Kalau dipecah “re” berarti mengulang, “solusi” berarti pemecahan masalah. Jadi resolusi adalah pemecahan masalah (lagi). Tapi yang saya tangkap dari pernyataan orang-orang adalah hal-hal yang ingin dicapai, ah mungkin telah terjadi kelirumologi atau saya yang tidak mengerti arti sebenarnya kata “resolusi” ini. Terserahlah
Untuk hal-hal yang ingin saya capai tahun ini baru saya putuskan di hari terakhir tahun 2010 atas pengaruh provokasi dan curahan hati seorang teman, dia baru saja diputusin sm cwe-nya atas dasar alasan ekonomi. Si cwe harus segera mendapatkan pasangan hidup yang sudah mapan dan bertitle “Pegawai kantor” atau “enterpreneur” sukses. Dari segi penghasilannya saya rasa teman saya itu gak kalah sama pegawai2 kantoran, bahkan bisa dibilang lebih, cuma karena kerjanya gak di kantor mungkin dianggap rendah. Padahal apapun kerjaannya asal benar-benar berasal dari hasil kerja keras keringat dan halal saya rasa itu sangatlah terhormat daripada PNS yang kerjanya ngobrol2 di kantor atau belanja di mall pada saat waktu kerja, buat saya tukang becak rasanya lebih terhormat daripada PNS model seperti itu.
Jadi saya segera putuskan untuk menghasilkan sesuatu tahun ini agar tidak bernasib sama dengan teman saya ini, beberapa hari yang lalu saya mulai mempelajari Codeigniter, framework untuk PHP yang cukup menyenangkan dan memudahkan kita untuk membangun sebuah website atau sistem informasi. Ya semoga saya bisa membuat dan menghasilkan sesuatu dengan ini.
