This
.
.
and
this
.
.
.
i have a song for you when you are so sad
i have a song for you when you got a broken heart
i have a song for you when you are so lonely
i have a song for you when you need someone to talk with
i have a song for you when you are adoring someone
i have a song for you when you get mad
i have a song for you when you miss your mom
i have a song for you when you are so scare
i have a song for you when you are so tired, sick of this world
i have a song for you when you are falling in love
i have a song for you when you are happy
i have a song for you when you want to dance
i always have a song for you even it’s not my favourite song
i don’t know why the hell i’m writing this, just another insomnia night, can’t sleep because i’m so starving to the death, and suddenly this words just come across my mind. shit
#np Danur by Sarasvatī
Jadi hari ini adalah hari kedua saya Ujian, mata kuliahnya adalah Etika dan Profesi. Rada gak suka dan males sih sama mata kuliah ini, jadi kemarin gak belajar sama sekali, cuma baca kisi-kisi yang di share seorang teman di grup facebook. FYI facebook ini memang sangat membantu dalam distribusi bocoran-bocoran soal, kisi-kisi, dan jawaban soal ujian. Jadi kelas saya ini kan kelas sore, tentu soal-soalnya gak jauh berbeda sama kelas pagi, apalagi kalau dosennya sama, sering kali soalnya juga sama. Mekanisme sindikat penyebaran bocoran soal ujian seperti ini:
Jadi soal dan jawaban Ujian sudah terdistribusi ke semua anak, hanya kurang dari 1 jam setelah orang pertama tadi mendapatkan bocoran soal, canggih gak tuh
. Sayangnya untuk mata kuliah tadi, hanya 1 jawaban yang sama, sisanya., ya mengandalkan daya imajinasi dan improvisasi, alias mengarang indah
. Tapi ada satu soal yang menarik:
3. Sebutkan beberapa alasan yang menyebabkan maraknya tingkat pelanggaran terhadap hak cipta perangkat lunak di Indonesia
Mampooooosss., ini dia, gw hajarr lu, wkwkwkwk., kira-kira begini jawaban super ngawur saya (sambil mengingat-ingat)
Nah kira-kira begitu jawaban saya atas soal ujian tadi, dengan bahasa blog seperti itu dan dengan nada (agak) marah, hehe. Buset tapi berabe juga sih kalau nanti dapet nilai C gara-gara jawaban seenak jidat gitu
trust no one
Seharusnya saya tidak melupakan kata-kata itu, quote yang selama ini saya pegang, telah saya langgar, dan akibatnya? semua orang making fun of me, seperti waktu yang dulu-dulu, how nostalgic. Mungkin memang sebaiknya saya tetap menjadi seorang yang tertutup pada siapapun, menceritakan tentang diri saya pada orang lain adalah sebuah kesalahan bodoh yang saya buat sendiri dan nyatanya memang tidak ada yang bisa saya percaya.
Saya mulai mengenal musik jenis post-rock ini sekitar 7 atau 8 bulan yang lalu atau mungkin sekitar setahun yang lalu, namun mulai menyukai post-rock sekitar 7 atau 8 bulan yang lalu. Band post-rock yang pertama kali saya dengarkan waktu itu adalah MONO, yg sekarang menjadi band favorit saya, salah satu hal yang harus saya lakukan sebelum meninggal mungkin adalah menonton live-nya MONO. Saya mengenal MONO dari thread Underrated Japan Music di kaskus, waktu itu saya asal unduh saja, pertama kali didengerin sih belum nyantol2 amat dan gak mudeng ini musik apa sebenernya kok mellow banget sm lagunya panjang-panjang bener, 1 lagu sampai 10 menitan. Saya gak begitu konsen waktu dengerinnya karena pas di tempat rame dan beberapa bulan saya baru tahu gimana caranya menikmati post-rock. Kata momod rayculs@kaskus, dengerin post-rock harus pas momen-nya waktu sendirian di kamar dan kalau bisa pake headset. Dan karena masih penasaran, setelah tidak ada kesibukan yang berarti selain kuliah di sore hari dan bengong di siang hari, akhirnya saya coba dengerin sekali lagi albumnya MONO yang “Hymn to the immortal Wind”
di suatu siang yang lapar dan sendirian di kos. Lagu pertama di putar dashh….”Ashes in the Snow” intronya lama bner tapi setelah itu yang saya dapat adalah efek2 gitar yang asing di telinga saya yang disebut delay diiringi background orkestra, semakin kesini tempo semakin cepat, detak jantung dan adrenalin serasa ikut dipacu seperti dari mulai jalan kaki santai lalu berlari kencang. Sungguh benar-benar pengalaman luar biasa, baru kali ini saya mendengarkan musik semacam ini, musik yang bisa mempermainkan emosi bagi yang mendengarkannya, membawamu pada memor-memori kelam masa lalu-mu dan tanpa disadari kau meneteskan air mata oleh efek-efek aneh bin magis dari gitar, sebelumnya saya mengira bahwa itu adalah suara cello atau biola, tapi ternyata hanya dari gitar, bagaimana mungkin dia bisa menciptakan suara ajaib itu hanya menggunakan gitar???
I told you, post-rock bisa membuatmu mabuk, fly, berhalusinasi, membawamu ke masa lalu-mu, potongan-potongan kecil ingatan di masa lalu yang telah kau lupakan tiba-tiba terlintas. Kau tidak lagi membutuhkan narkoba untuk merasakan sensasi “fly high” hahaha. lagu “Burial at Sea” pemakaman di laut, dengan musiknya., mereka bisa menceritakan suatu narasi bahkan gambaran visual hanya melalui suara-suara yang mereka ciptakan. Ketika saya mendengarkannya, yang saya tangkap adalah beberapa orang di tepi laut jauh dari jaman sebelum masehi, kita mengenalnya dengan manusia batu, dalam suasana duka mengiringi jenazah sahabat dan kekasih mereka , sang kekasih yang begitu cantik masih belum rela meninggalkan kekasihnya, dengan emosi dan rasa sedih yang luar biasa diiringi gelombang laut pasang yang dengan marahnya menghantam dan memukul-mukul batu karang, saya bisa ikut merasakannya. Namun apalah daya kita hanya manusia biasa yang kelak pasti akan menyusul juga, dia yakin suatu saat mereka pasti bisa bersatu lagi. Dengan keyakinan itu dia merelakan dan mengantarkan kepergian kekasihnya. Are you fuckin’ crazy or drunk?? sebuah lagu tanpa lyric bisa memberikan gambaran diskripsi yang begitu jelas, atau cuma khayalan saya saja yang terlalu lebay.., hehe, seperti yang saya katakan tadi. Post-rock bisa membuatmu mabuk dan fly.
Mungkin lain kali saya harus mendengarkan MONO sambil jalan-jalan di suatu sore yang sepi di tepi pantai yang mendung
Bukan hanya membuatmu “fly”, bahkan tiba2 saya merasa seperti seorang produser film atau sutradara ketika mendengarkan “Follow the map”, tiba- tiba saya mempunyai ide cerita untuk sebuah film drama, seperti halnya narkoba selain bisa membuat “fly”, ini juga bisa merusak otak dan alam bawah sadaramu, wkwkwkkw
Yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk mencintai musik post-rock adalah ketika tidur saya bermimpi berjalan di padang rumput ilalang yang begitu luas dan terdengar lagunya MONO sebagai background, seperti di film2 saja
. Selain MONO masih banyak band-band post-rock yang wajib untuk didengar seprti Sigur Ros dari islandia, This will destroy you, Mogwai, Ef, Explotion in the Sky, World’s end girlfriend, Milhaven, dll masih banyak buanget, bisa dieksplore disini:
http://www.postrockxchange.com/