Bahwa sesungguhnya kebahagian terbesar dari seorang Music Enthusias adalah ketika menonton band yang dicintainya dan bertatap muka langsung dengan mereka
Sebelumnya saya pernah mengungkapkan bahwa setidaknya saya harus menonton live-nya MONO sebelum meninggal dunia, dan saya tidak menyangka bahwa keinginan tersebut akan terkabul secepat ini. Sekitar bulan agustus lalu, beredar rumor dari @penjahatfashion di thread postrockerz kaskus bahwa MONO akan konser di jakarta. Sebulan kemudian, sesaat setelah hari raya Idul Fitri, StarD Protainment mengkonfirmasi rumor tersebut, dan resmi diumumkan bahwa MONO akan konser di Jakarta pada 12 Oktober. Perasaan meluap-meluap dalam dada saya, ditambah sedikit galau karena harga tiket yang cukup “lumayan” untuk ukuran mahasiswa pengangguran seperti saya. Tetapi alhamdulillah yachh…, bulan itu juga gaji dari mbah google akhirnya cair juga, dan jadilah saya mendapat tiket VIP MONO

MONO
Walaupun ada sedikit hambatan ketika akan berangkat ke Jakarta, akhirnya pada hari bersejarah itu saya tiba di Jakarta bersama seorang teman dari postrockerz kaskus. Ini merupakan perjalanan pertama saya ke ibu kota dan dengan baiknya saya ditampung oleh @indra88, humas (hubungan mahos) postrockerz kaskus. Sudah sekitar 2 tahun kita saling kenal di dunia maya dan akhirnya ketemu juga.
Setelah istirahat sebentar akhirnya kita segera menuju venue, disana juga telah berkumpul teman-teman dari postrockerz kaskus. Bisa dibilang ini adalah gath postrockerz kaskus terbesar (gath nebeng di acara orang
), hampir semuanya hadir malam itu dan ternyata orang-orangnya juga sangat friendly dan ramah-ramah. Sekitar pukul 19.15, pintu gerbang dibuka, dan shaf terdepan di deretan bangku VIP telah terisi oleh postrockerz kaskus.

postrockerz kaskus
Saya tidak akan banyak mereview bagaimana jalannya konser itu sendiri, karena seorang teman telah menulisnya dengan sangat baik. Ada 8 lagu yang dibawakan yang sebagian besar berasal dari album “Hymn To The Immortal Wind”, dan yang membuat saya kejer mewek adalah lagu “Moonlight” yang begitu syahdu. Sepanjang konser berlangsung, saya sendiri begitu larut dengan headbang-ing, dan nge-trance sejadi-jadinya, mabok dengan permainan gitar dari dewa post-rock si Taka, hampir nangis dan sempet gak percaya bahwa akhirnya saya bisa nonton konsernya MONO. Banyak yang bilang kalau sound-nya malam itu agak kurang, tetapi itu semua diperbaiki dengan pertunjukan lightning yang mewah.

MONO live
Sebelumnya sudah dibahas di thread bahwa misi utama malam itu adalah menggrebek MONO langsung, jadi semacam unofficial meet and greet, karena sang informan @penjahatfashion menjanjikan kita untuk meet and greet dengan MONO. Namun belum ada juga kepastian tentang meet and greet itu, hampir 1 jam-an kita nungguin tanpa kepastian di venue. Beberapa orang diajak masuk ke ruang artis untuk meet and greet, mereka adalah pemenang kuis meet and greet “resmi” yang diadakan StarD Protainment. Terus kita bgimana? “buat apaan, kita mah langsung ke hotelnya” kata si om @penjahatfashion, anjiss pede bener. Karena gak sabar akhirnya kita nyamperin MONO di ruang artis, namun gagal karena dihalang-halangi si kingkong yang jaga pintu. Sebenernya bisa sih tapi dengan syarat hanya perwakilan saja, tapi ditolak sama momod @rayculz dengan alasan “kita kan brotherhood, klo satu ketemu ya harus ketemu semua, klo perwakilan mending gak usah semua”. Ini baru yang namanya komunitas.

postrockerz kaskus
Dengan rasa frustasi dan hopeless, akhirnya kita mampir dulu makan nasi goreng, rencananya setelah makan langsung pulang saja tapi si @fakeisfuture tetep ngotot buat nyoba nyamperin ke hotel tempat MONO menginap yang secara kebetulan juga tempat jemputan travelnya @fakeisfuture. Dari tweetnya @pamanryann (promotor-nya MONO) bilang kalau mereka lagi hang out yang entah kemana hang-outnya, jadi diputuskan untuk nunggu sampe MONO balik ke hotel. Semuanya memang serba kebetulan atau mungkin sudah jodoh kami dipertemukan dengan MONO. Si @RashAlgul yang kebingungan nyari rokok, nanya ke satpam dan mereka bilang kalau MONO sedang nonton bola di lounge hotel.
Benar saja, ternyata MONO sedang makan malam di lounge, deg-degan campur takut akhirnya mod @rayculz, kak @kero_copy, dan @indra88 nyamperin mereka untuk ijin ngomong sebentar, belum nyampe ke tkp, si @pamanryann ngajak Taka ke luar lobi untuk merokok, kami pun “ngintil” di belakang sampe akhirnya @pamanryann ngasih kesempatan ngobrol2 buat kita, speechless, gemeter, itu yang saya rasakan, seorang dewa Post-rock yang biasanya hanya saya tonton di layar youtube, sekarang bertatap muka dengan saya. Dari postrockerz kaskus ceritanya kita mau ngasih souvenir berupa kaos. Taka kelihatan senang sekali, apalagi ada salah satu judul lagu MONO tertulis di kaos itu. lalu satu per satu kami minta tandatangan dan ngobrol-ngobrol ringan. Satu kalimat culun yang berhasil saya utarakan waktu itu “You are amazing, very great performance” dia balas dengan berkali-kali “Thankyou..” sambil ngajak berjabat tangan, gila! dewa ngajak salaman duluan, bukan saya, itu tangan yang sama yang mengeluarkan suara-suara indah itu. Taka yang kelihatan perfeksionis, dingin, angkuh di atas panggung, ternyata sangat ramah ketika ngobrol, sangat jauh berbeda ketika di atas panggung.

with Taka

Taka signing my poster
Tidak lama kemudian, Tamaki sang bassist juga ikut keluar menyambut kami, tentu saja dia adalah sasaran utama setelah Taka, hehe. Dengan baik hati dan ramah sekali, tante Maki melayani kami satu persatu untuk foto dan tanda tangan, sedikit pelukan tangan juga saya dapatkan ketika sesi foto itu, mimpi apa ini dipeluk Tamaki, please just kill me right now.

with tamaki
Yoda, yang saya lihat adalah dia yang paling ramah dari kesemuanya, waktu foto juga dirangkul, dan setelah itu saya juga bilang “You are amazing..” (kyak gak ada kalimat lain aja
) dia balas dengan thankyou sambil mengajak salaman.

with Yoda
Sang drummer, Takada juga tak luput dari incaran, bawaanya sama cool-nya dengan aksi panggungnya.

with Takada
Euforia MONO masih terasa sampe sekarang, bagaimana perform mereka yang membawa kita ke “surga” selama kurang lebih 90 menit, keramahan dan ke-humble-an mereka dengan fans-nya. Saya rasa hanya di Indonesia mereka mendapat perlakuan istimewa seperti ini dari fans. Sehari setelah itu beredar rumor lagi bahwa kemungkinan besar tahun depan MONO akan kembali ke Indonesia lengkap dengan membawa Orkestra. Itu berarti saya harus kembali rajin nge-blog$ dan mengumpulkan lagi receh demi receh keping $. Mungkin ini adalah kebahagiaan duniawi terbesar yang pernah saya alami, akan menjadi satu catatan perjalanan hidup yang tidak akan pernah saya lupakan

oleh oleh